Friday, September 14, 2012

singapor3

judulnya ga salah ketik, ga salah liat juga. emang sengaja mau nulis gitu karena menggambarkan isi dari postingan kali ini. ya, Singapor3, artinya singapore untuk ketiga kalinya. Mungkin ada yang bilang bosen, ada yang bilang kurang kerjaan, dan ada yang bilang sayang banget kalo cuma kesitu-situ doang perginya. Tapi saya ada alasan tersendiri kenapa memilih trip singapore kembali setelah tahun 2009, 2010, dan sekarang 2012. Alasan pertama karena saya pergi dengan orang-orang yang berbeda (tentu dengan suasana dan pengalaman yang berbeda pula), kedua saya mengincar wahana-wahana Universal Studios Singapore yang waktu saya kunjungi 2010 belum jadi semua, ketiga waktu yang saya habiskan lebih lama dari dua kali kunjungan sebelumnya yang tentunya kunjungan kali ini akan menikmati suasana Singapore dengan santai tanpa terburu-buru waktu.


Here we go....

Saya bertolak ke Singapore pada tanggal 22 juli bersama Olivia Rosary Samosir, setelah akhirnya alhamdulillah selesai menempuh sidang skripsi pada tanggal 16 juli. Hitung-hitung perjalanan ini merupakan perjalanan melepas beban kepenatan skripsi selama satu semester terakhir. Saya sampai di Singapore pukul 10 waktu setempat, kemudian sampai di hotel pukul 11, tapi pihak hotel belum memperbolehkan kami untuk masuk sebelum pukul 14, jadilah saya memutuskan untuk pergi ke Orchard Road, pusat perbelanjaan barang-barang bermerk di Singapore, yang sedang mengadakan Singapore Great Sale. Toko yang pertama kali saya tuju adalah H & M mengingat toko ini membuka gerainya di Asia Tenggara hanya di Singapore, Malaysia, dan Thailand. Dan benar saja setelah sampai, banyak sekali barang menarik dengan harga miring. Contohnya baju yang saya beli hanya berharga 7, 8, 10, dan 20 SGD (kurs rupiah 7500), lalu sepatu 17.90 SGD. Setelah dari H&M saya menelusuri Orchard Road dan berhenti pada sale yang diadakan Zara. Saya mendapatkan cardigan dengan hanya membayar seperempat dari harga aslinya. Lalu saya ke Cotton On, di sana saya menemukan sunglasses yang terhitung murah tapi berkualitas bagus. Haha hari pertama sepertinya sudah banyak pengeluaran ya :)

Setelah menelusuri Orchard Road, pada hari kedua saya menyambangi Bugis. Bugis adalah tempat berbelanja harga miring dan bisa ditawar. Di sini saya mendapatkan anting-anting yang biasa dijual di online shop dengan hanya membayar ¼ dari harga yang biasa dibanderol oleh online shop di Jakarta. Saat itu saya beli 10 buah, tapi setelah sampai di Jakarta saya bingung mau diapakan ahahaha. Kemudian dari Bugis, saya kembali ke orchard untuk menikmati red velvet cake yang ada di Pique Nique CafĂ© yang terletak di Takashimaya.

red velvet cake at Pique Nique @ 9SGD
kemudian malamnya saya menuju Marina Bay Sands di mana saya menikmati suasana malam Singapore dengan hamparan sungai dan kerlap kerlip lampu gedung-gedung yang menghiasi langit Singapore.
singapore di malam hari




Hari ketiga, saya kedatangan tiga teman berpetualang, yaitu Caroline Rumiris Samosir, Isabela Vanny Primadiani, dan Adiatma Sitorus. Hari ini kami lagi-lagi menelusuri Orchard Road dengan tujuan ke Singapore Visitor Centre untuk bertanya mengenai tempat wisata di Singapore dan kemudian membeli tiket Universal Studios Singapore esok harinya. dan dari sini kami menuju Esplanade dan menghabiskan hari disini.

esplanade di malam hari

Hari keempat, Universal Studios Singapore time! Yeay… hari ini kami mengkhususkan diri untuk menghabiskan hari kami di sini. Sepertinya ga usah banyak bercerita, tapi saya bagikan foto-foto yang menggambarkan suasana di sana. Oiya di sini saya mencoba wahana baru yang bernama Transformers The Ride 3D. Pertamanya saya tidak berani karena di brosurnya bilang klo ini roller coaster, tapi ternyata setelah tau, saya ketagihan dan ingin naik berulang-ulang. Pulang dari sini, kami makan di Food Republic yang berada di Vivo City saya memesan Tom Yam Seafood yang dibanderol 6 SGD tapi dengan ukuran jumbo dan bisa dimakan oleh dua orang.










 



Hari kelima, kami berencana untuk ke Art Science Museum yang berada di area Marina Bay. Di sana kami berniat untuk mengunjungi Harry Potter Exhibition. Namun, ternyata di sana juga ada pameran mengenai karya Andi Warhol. Dan saat kami mau membeli tiketnya, kami ditawari untuk membeli dua tiket masuk pameran itu dengan harga yang sama, jadilah kami mengunjungi dua pameran. sayangnya di dalam kami tidak boleh mengabadikan isi dari pameran itu, sangat disayangkan karena koleksi yang dipamerkan merupakan benda-benda yang menarik.








Setelahnya, kami makan siang di Marina Shopping Arcade, saya memesan nasi padang dengan lauk kangkung, gulai cumi, dan ayam bakar yang rasanya sangat hambar dan tidak menggugah selera. untuk nasi padang dengan rasa hambar saya harus mengeluarkan kocek 13 SGD. kalau di Jakarta saya bisa makan nasi padang Sederhana atau Garuda berkali-kali nambah hahaha. Kemudian dari sini kami naik perahu (salah satu wisata air yang ditawarkan Singapore dengan harga 12 SGD)selama 20 menit untuk menuju Clarke Quay yang niatnya mau mencoba restoran dengan tema unik, yaitu The Clinic, restoran bertemakan rumah sakit, seperti minum dari tempat infus, kemudian kita duduk di tempat tidur rumah sakit, pelayannya pun memakai pakaian suster, tapi ternyata setelah sampai restoran itu sudah tutup karena menuai banyak protes. 

Dari Clarke Quay akhirnya kami menuju Orchard Road (lagi) tapi di waktu malam. Kami kembali ke Pique Nique untuk menikmati red velvetnya yang sangat menggiurkan itu dan mencoba mac and cheese yang memiliki tekstur keju yang ergh tak bisa digambarkan dengan kata-kata. 

mac and cheese at Pique Nique @ 9SGD

kemudian kami kembali ke Cotton On untuk berbelanja lagi dan ternyata hari itu bertepatan dengan ulang tahun Cotton On, dan di sana disediakan booth untuk foto dengan bermacam-macam aksesoris, dan kami berkesempatan untuk berfoto riaaaa hahaha.


Hari keenam kami menuju Sentosa Island, pulau yang dijadikan tempat wisata dan tempat hiburan, untuk biaya masuknya kami dikenai biaya 3.5 SGD. Di sini kami bertujuan untuk foto bersama merlion yang merupakan simbol dari Singapore, karena berdasarkan info yang didapat dari Singapore Visitor Centre, merlion yang asli sedang dipugar sehingga tidak bisa dikunjungi. Di Sentosa, kami menuju patung singa yang berukuran besar kemudian ke Pantai Siloso, yang menurut saya masih lebih bagus pantai di Indonesia. Kemudian dari sini kami menuju Vivo City untuk berbelanja oleh-oleh untuk keluarga, kerabat, dan handai taulan di Jakarta. 


 


Siloso Beach at Sentosa Island
Vivo City


 Malamnya kami mencoba kuliner di Geylang, yaitu nasi hainan dan babi panggang yang dijual dengan harga 3 SGD dan kami mencoba bir Singapore yang bernama Singha Beer dengan harga 5 SGD per botolnya.


Hari ketujuh kami menuju Queensway Shopping Centre yang merupakan pusat dari peralatan olahraga dengan harga yang miring. Lalu kami menyeberang sedikit menuju IKEA yang menjual perabotan rumah tangga. Di sini saya mendapat 3 tempat makan dengan harga 2.5 SGD, harga yang miring untuk barang sekelas Tupperware. Kemudian di restoran yang terdapat di IKEA saya membeli hotdog dengan harga 1 SGD dan spicy chicken wing yang harganya hanya 2,6 SGD tapi mendapat ayam berukuran besar berisi dua buah. Heaven!
Dari sini kami iseng untuk mengunjungi merlion asli yang katanya dipugar. Ternyata setelah sampai di sana, Merlionnya masih dipugar tapi papan-papan yang menyelubungi patung singa ini dibuka sehingga kami bisa mengabadikan simbol dari Singapore ini.

Dari Merlion kami menuju Lau Pa Sat yaitu yang merupakan salah satu tempat wisata kuliner kebanggaan Singapore yang menjajakan banyak makanan, tapi yang paling ditonjolkan adalah satenya, dari sate ayam, kambing, sapi, hingga udang, tapi sayangnya saat kami berkunjung para penjual sate itu belum buka karena kami berkunjung pada siang hari sedangkan penjual sate baru ada pada sore menjelang malam hari. Dari Lau Pa Sat kami berkunjung kembali ke Bugis untuk berbelanja lagiiii, berbelanja untuk diri sendiri dan juga untuk oleh-oleh orang tersayang, prettt.

Hari kedelapan waktunya tiga kurcaci penggembira pulang, huhu sedih.. setelah menghabiskan waktu bersama dan berpetualang bersama akhirnya tiga kurcaci pulang ke Jakarta. Mereka pulang ke Jakarta pada sore hari, dan malamnya saya pergi ke Lau Pa Sat untuk merasakan sate yang terkenal itu, di sana saya memesan sate ayam, kambing, sapi, dan udang. Harganya untuk sate ayam, kambing, dan sapi 0.6 SGD per tusuk, sedangkan untuk udang dipatok harga 3 SGD per tusuk. Dan ternyata oh ternyata tukang satenya berasal dari Pluit ck. Kemudian saya juga memesan udang bakar berukuran besar dengan harga 4 SGD per ekor yang dibumbui bumbu semacam bumbu manis gurih yang rasanya tidak bisa digambarkan dengan kata-kataaaa. Men!

Hari kesembilan, H-1 sebelum pulang kembali ke Jakarta huhuhu. Hari ini saya habiskan untuk kembali menelusuri Orchard Road, Bugis, IKEA untuk terakhir kalinya untuk mengingat kembali apa yang belum dibeli dan yang kelupaan dibeli haha.

Dannnnn tibalah hari kesepuluh, waktunya saya pulang dan kembali ke haribaan Jakarta. Saya tidak bepergian karena pesawat yang akan kami tumpangi akan berangkat pada siang hari. dan akhirnya welcome Jakartaaaaaa

Hal-hal yang menjadi catatan dalam perjalanan saya kali ini adalah:
1.       Berhubung saya kemana-mana menggunakan transportasi umum, sangat disarankan untuk menggunakan EZ Link Card untuk memudahkan pembayaran pada MRT dan bus karena tinggal men-tap kartu yang kita miliki untuk membayar tanpa harus bingung soal recehan karena bus tidak menyediakan kembalian bila kita membayar dengan pecahan yang besar. Selain itu dengan menggunakan EZ link card kita bisa mendapat tariff yang lebih murah dibandingkan tariff biasanya. sistem EZ Link Card ini sama seperti kartu Flazz BCA, Tap Izy Telkomsel, ataupun E-toll Card yang bilamana saldo yang ada di kartu habis, kita bisa mengisinya kembali.
2.       Hari-hari pertama di tempat wisata jangan terlalu gegabah dalam berbelanja daripada menyesal di penghujung hari hahaha
3.       Sebenarnya waktu yang tepat untuk menelusuri Singapore adalah antara 5-6 hari
4.       MRT dan bus di Singapore adalah moda transportasi yang sangat membantu dan berguna bagi turis. Pada awalnya saya menemukan kesulitan untuk menemukan rute dan menemukan nomor bus yang sesuai dengan tujuan saya, tapi setelah observasi secara langsung, yaitu membaca peta, bertanya kepada tiap orang yang ada, dan mencoba menghapal lokasi-lokasi yang dituju, MRT dan bus adalah pilihan yang tepat, selain murah (dibandingkan taksi yang berargo kisaran 8 hingga 15 SGD, sedangkan MRT dan bus berharga 1,20-1,90 SGD).

No comments:

Post a Comment