Sunday, July 18, 2010

mooncak (kejumoo + puncak)

ada yang beda dalam penulisan blog yang ini. kali ini saya nggak nulis di rumah, yang seperti biasanya, tapi di puncak tepatnya di Vila Indofood, Cibodas (walaupun penyelesaiannya dilakukan di rumah).

ini beneran lagi nulis inti-intinya yang mau ditulis di blog di dalem mobil dengan pemandangan gunung nggak-tau-apa-namanya di sebelah kiri, lalu di sebelah kanan ada hamparan rumput yang luas (halah), dan di belakang ada jejeran vila yang disewa dalam acara yang saya datangi hari ini.

baik, saya ceritakan dulu inti permasalahannya. saya ke sini dalam rangka nemenin mama yang menjadi panitia reuni sebuah SMA (padahal dia sendiri bukan alumni SMA tersebut, tapi karena teman-teman sepermainannya banyak yang alumni SMA ini maka mau tak mau dia pun jadi ikut ngurusin alias kerajinan).

sebenarnya, saya diajak berangkat ke Puncak pas Sabtu pagi biar bisa berangkat bareng Mama dan Sally, tapi karena saya pengen banget ke Festival Serbu! Serba Kejumoo di Plaza Selatan Gelora Bung Karno (GBK), jadilah saya nyusul ke Puncaknya bareng Pepi di malam hari.

nah, yang saya mau ceritakan sekarang adalah pengalaman saya selama di Kejumoo dan selama perjalanan ke Puncak. jengjengshot jengjengshot.

pertama, saya bangun di hari Sabtu yang agak mendung itu jam 11 pagi (menurut saya pagi karena saya mesti pakai alarm untuk bangun), dan setelah agak berleyeh-leyeh lalu akhirnya mandi dan juga sarapan, saya berangkat jam dua siang menuju Senayan. sampe di Kejumoo jam tiga, tapi nyari parkirnya setengah jam sendiri. alhasil pukul setengah empat lah waktu yang benar-benar fix untuk saya bersiap menikmati jajanan yang serba keju di GBK. namun, ada lagi hal yang bikin saya nggak bisa langsung menyerbu segala jajanan itu, yaitu Olivia Rosary alias Polip yang ternyata masih di jalan. jadilah saya berkeliling dulu melihat-lihat keadaan dan jajanan apa saja yang bisa saya makan sambil menunggu si Polip datang. akhirnya polip sampai juga di Kejumoo jam empat-setengah limaan (saya juga agak lupa) bersama rombongannya, ada kakaknya, Astrid, dan teman kakaknya dan dua teman SD-nya (saya lupa namanya, maaf saya paling lemah kalo disuruh inget nama orang yang baru kenal hehe) yang ternyata kenal juga sama Fiant dan Ardo. Intinya: dunia itu muter-muter!

yak setelah bergabung, akhirnya saya dan Polip mulai berburu. pertama saya nemenin dia beli steak banteng di Java Steak (lihatlah saudara-saudara, baginya steak adalah suatu jenis jajanan atau snack, ckck) dan ternyata eh ternyata yang jualan itu adalah anak UMN angkatan 2009 jurusan Desain Komunikasi Visual yang juga anak basket bernama Tika (lengkapnya siapa ya?), dan anehnya Polip dan Tika tidak saling mengenal, padahal menurut saya dua-duanya adalah manusia tenar di UMN (hahaha abis ini dibayar karena udah mempromosikan).

sambil nunggu steak yang lagi dimasak, gantian Polip yang nemenin saya beli bakso keju, dan ternyata dari lima bola daging itu yang isinya keju cuma satu. krik banget. setelah selesai makan bakso, barulah saya nemenin si Polip makan steak sambil nunggu Tobias Nanto datang (waaah ada tobayes). dan singkat kata si Tobi dateng dan kami bertiga mencari makanan lagi untuk dilahap. kalo bisa dibilang keadaan kami ini: dua orang datar dan satu orang yang terlalu banyak ekspresi dan omongan. yah jadinya pas juga sih, normal.

dari pukul 15.30 sampai akhirnya pulang pukul 20.00, kami sudah mencicipi steak (walau nggak ada kejunya sama sekali), bakso keju, pancake keju, cheese fountain, dorayaki keju dan coklat, bakso bakar ubanan (ubanan maksudnya adalah baksonya ditaburi parutan keju), pastel keju, dan kebab (yang lagi-lagi nggak pake keju, aneh nih si polip belanja jajanan tapi yang nggak ada kejunya semua zzz).




dan di kesempatan ini saya ingin menjabarkan mengapa kami cuma bertiga. ini karena teman-teman yang saya ajak kebetulan pada ada acara semua di tanggal 17 Juli 2010, tanggalan bagus kali ya menurut primbon. ada April, Gita, Sekar, Retti, Safa, dan Fiant yang pergi ke Anyer bersama rekan-rekan Antara; lalu Om yang pergi ke Lembang bersama keluarganya; Gloria yang tiap hari Sabtu memang tidak bisa diganggu gugat karena pasti menjadi Ager (anak gereja); lalu Mindy yang ada kondangan bersama Bayu; Cumi yang merayakan 26 bulan bersama Koko Okie; dan Shirley yang tadinya mau dateng tapi ternyata nggak jadi gara-gara lebih mementingkan bermain dan bersenda gurau bersama tante/om bule di rumahnya hahaha.

singkatnya, setelah dari Kejumoo barulah saya menyusul Pepi di Bintaro tepat pukul 00.00. lalu tak lama kami bertiga (saya, Pepi, dan Bang Go – Bang Go adalah pacarnya Pepi, nama aslinya Igo, karena dia lebih tua maka saya menyelipkan kata “bang’ sehingga jadilah Bang Go, tapi kenapa panggilannya seperti merk kecap ya?) berangkat ke Puncak. kami naik Xenia, si Ave dititip di DMC, tempat Pepi mengajar piano dan vokal. Bang Go yang nyetir. jalanan lengang dan lancar. saya bersyukur Bang Go ikut karena saya jadi bebas tugas nyetir dan bisa tidur, yiheee. namun, di tengah perjalanan, saya, Pepi, dan Bang Go pusing barengan. dan jadilah pada pukul 02.30 kami berhenti dulu di Cisarua untuk makan bubur guna mengobati pusing yang kami derita. setelah makan, saya malah tambah pusing dan mual, kedua pasangan besar itu pun juga merasakan hal yang sama, akhirnya kami menepi dulu di Pom Bensin untuk sekadar beristirahat sejenak. tak dinyana, dari pukul 03.30-05.30 kami malah ketiduran di situ (sangat random). dan percaya tidak percaya, si Pepi yang emang bisa melihat hal-yang-orang-lain-pada-umumnya-tidak-bisa-lihat bilang bahwa memang ada yang nggak beres dalam perjalanan kami. ada yang nggak pengen kami pergi ke Puncak, nggak tau kenapa. jadilah kami di dalam satu mobil itu diberikan pusing dan rasa nggak enak badan yang bertujuan agar kami tidak jadi pergi. dan tidak cuma itu saja, saat mau tidur, saya disuruh tidur di jok paling belakang (baris ketiga) karena jika saya tidur di jok tengah (baris kedua) maka saya tidak akan bisa tidur karena akan diganggu terus. daripada saya tahu apa yang mengganggu saya, buru-buru lah saya loncat ke jok belakang tanpa basa-basi dan tanpa menanyakan apapun. haaaa. lalu Pepi juga menambahkan, saat kami bertiga tidur ada makhluk-makhluk yang mengganggu kami sampe menggoyang-goyangkan mobil dari kiri, kanan, depan, dan belakang, dan untungnya saya termasuk orang yang lelap kalo tidur sehingga tidak merasakan hal-hal aneh tadi. pokoknya apa pun dilakukan agar kami tidak sampai di tujuan. namun, kami tidak patah arang, kami tetap melaju dengan semangat yang berkobar sambil memegang bendera merah putih dan bambu runcing. merdeka!

setelah matahari agak muncul, kami melanjutkan perjalanan ke Cibodas. setelah sarapan sekadarnya dan berjemur di bawah sinar matahari, kami kemudian jalan-jalan untuk mencari sale pisang dan sale bayam yang benar-benar fresh baru digoreng saat itu juga (tahukah anda akan makanan sale?).



setelah beli sale dan berkeliling sambil foto-foto, kami kemudian menuju penginapan yang ditempati oleh Mama dan rombongan alumni SMA yaitu Villa Indofood yang letaknya dekat dengan Kebun Raya Cibodas.

dan setelah agak menghibur diri dengan pemandangan dan hawa dingin, kami berlima (kali ini ditambah Sally dan Mama) pulang ke Jakarta kira-kira pukul 12 siang, yang kali ini giliran saya yang memegang kemudi. jalanan lancar sampai akhirnya bertemu macet di Masjid Maissy yang terkenal itu (apa dah namanya? lupa). macet menyebalkan ini kami alami lumayan lama, intinya perjalanan pulang memakan waktu lima jam, tiga jam di jalan raya puncak dan dua jam di tol jagorawi + JORR. sangat jauh berbeda dari perjalanan semalam yang hanya memakan waktu 2-2,5 jam.

dan inilah saya, yang baru sampai rumah, sudah selesai mandi, selesai membongkar belanjaan, dan selesai semuanya sampai akhirnya bisa melanjutkan lagi isi blog ini sampai selesai.

hikmah yang bisa diambil?

pertama, jika ada festival makanan marilah kita datang.

kedua, jika punya keluarga/kenalan/kerabat/sahabat yang bisa melihat “hal-hal unik” baik adanya kita tidak kepo untuk bertanya hal ini-itu yang membuat kita penasaran karena akan berdampak negatif bagi diri kita sendiri, misalnya: jadi penakut, nggak bisa tidur nyenyak, dan menjadi menebak hal yang bukan-bukan.

ketiga, bepergian dengan tidak adanya perencanaan sangatlah menyenangkan dan memberi pengalaman baru bagi kita, seperti saya tadi yang tidur di pom bensin dan sarapan di Kebun Raya Cibodas.

keempat, kalo disuruh nyetir malem mendingan mau daripada ujung-ujungnya nyetir siang karena sangat positif terkena macet yang bikin kaki pegel, perut lapar, mata ngantuk, dan tangan yang nggak bisa diajak joget kalo ada musik asik.

kelima, semoga tulisan saya ini berguna bagi yang membaca walau menurut saya ini nggak ada news value-nya sama sekali -____-

yak, cabut dulu, karena sekarang saya mau nonton Angels and Demons di HBO kemudian tidur agar besok pagi tidak telat bangun dan bisa pergi ke Pejompongan untuk melakukan suatu kegiatan yang mudah-mudahan berguna.

salam dan salim.

7 comments:

  1. hahaha makin gendut aja dah itu si balon! kok gak ada foto rumah keju sihhhhh? ish, makan keju mulu gak enek apa yak? hoex.

    asik kan bisa random! :D

    ReplyDelete
  2. woi kalo nulis jam gimana dah? angka-huruf atau angka-angka?

    tuh dari tulisan lo:
    macet menyebalkan ini kami alami lumayan lama, intinya perjalanan pulang memakan waktu lima jam, tiga jam di jalan raya puncak dan dua jam di tol jagorawi + JORR. sangat jauh berbeda dari perjalanan semalam yang hanya memakan waktu 2-2,5 jam.

    jadi lima jam atau 5 jam?

    gak penting ya komen gue.hahaha.

    gue baru menyadari, ternyata minat lo pada makanan gede jg ya? hahaha kapan2 kalo ada festival makanan lagi dateng deh... dateng beramean

    ReplyDelete
  3. sekar: rumah keju apa sih? keju ngga ada yang ngenekin boy hahaha

    om: hah? akyu ngga ngerti om yang tentang jam-jaman hehehee, jelaskan lagi.
    weh gw mah klo untuk jajanan dan cemilan sangat-sangat aummm hehehe

    ReplyDelete
  4. eh brengsek apaan bgd dah ni postingan ternyata ada bawa2 gue ager

    ReplyDelete
  5. glo: emang kenapa sih, mesti pake royalti yaaa kalo nyebut? hehehe

    ReplyDelete
  6. baru liat stelah stahun lebih...what a moment ya waktu itu...

    ReplyDelete