Friday, September 14, 2012

singapor3

judulnya ga salah ketik, ga salah liat juga. emang sengaja mau nulis gitu karena menggambarkan isi dari postingan kali ini. ya, Singapor3, artinya singapore untuk ketiga kalinya. Mungkin ada yang bilang bosen, ada yang bilang kurang kerjaan, dan ada yang bilang sayang banget kalo cuma kesitu-situ doang perginya. Tapi saya ada alasan tersendiri kenapa memilih trip singapore kembali setelah tahun 2009, 2010, dan sekarang 2012. Alasan pertama karena saya pergi dengan orang-orang yang berbeda (tentu dengan suasana dan pengalaman yang berbeda pula), kedua saya mengincar wahana-wahana Universal Studios Singapore yang waktu saya kunjungi 2010 belum jadi semua, ketiga waktu yang saya habiskan lebih lama dari dua kali kunjungan sebelumnya yang tentunya kunjungan kali ini akan menikmati suasana Singapore dengan santai tanpa terburu-buru waktu.


Here we go....

Saya bertolak ke Singapore pada tanggal 22 juli bersama Olivia Rosary Samosir, setelah akhirnya alhamdulillah selesai menempuh sidang skripsi pada tanggal 16 juli. Hitung-hitung perjalanan ini merupakan perjalanan melepas beban kepenatan skripsi selama satu semester terakhir. Saya sampai di Singapore pukul 10 waktu setempat, kemudian sampai di hotel pukul 11, tapi pihak hotel belum memperbolehkan kami untuk masuk sebelum pukul 14, jadilah saya memutuskan untuk pergi ke Orchard Road, pusat perbelanjaan barang-barang bermerk di Singapore, yang sedang mengadakan Singapore Great Sale. Toko yang pertama kali saya tuju adalah H & M mengingat toko ini membuka gerainya di Asia Tenggara hanya di Singapore, Malaysia, dan Thailand. Dan benar saja setelah sampai, banyak sekali barang menarik dengan harga miring. Contohnya baju yang saya beli hanya berharga 7, 8, 10, dan 20 SGD (kurs rupiah 7500), lalu sepatu 17.90 SGD. Setelah dari H&M saya menelusuri Orchard Road dan berhenti pada sale yang diadakan Zara. Saya mendapatkan cardigan dengan hanya membayar seperempat dari harga aslinya. Lalu saya ke Cotton On, di sana saya menemukan sunglasses yang terhitung murah tapi berkualitas bagus. Haha hari pertama sepertinya sudah banyak pengeluaran ya :)

Setelah menelusuri Orchard Road, pada hari kedua saya menyambangi Bugis. Bugis adalah tempat berbelanja harga miring dan bisa ditawar. Di sini saya mendapatkan anting-anting yang biasa dijual di online shop dengan hanya membayar ¼ dari harga yang biasa dibanderol oleh online shop di Jakarta. Saat itu saya beli 10 buah, tapi setelah sampai di Jakarta saya bingung mau diapakan ahahaha. Kemudian dari Bugis, saya kembali ke orchard untuk menikmati red velvet cake yang ada di Pique Nique CafĂ© yang terletak di Takashimaya.

red velvet cake at Pique Nique @ 9SGD
kemudian malamnya saya menuju Marina Bay Sands di mana saya menikmati suasana malam Singapore dengan hamparan sungai dan kerlap kerlip lampu gedung-gedung yang menghiasi langit Singapore.
singapore di malam hari




Hari ketiga, saya kedatangan tiga teman berpetualang, yaitu Caroline Rumiris Samosir, Isabela Vanny Primadiani, dan Adiatma Sitorus. Hari ini kami lagi-lagi menelusuri Orchard Road dengan tujuan ke Singapore Visitor Centre untuk bertanya mengenai tempat wisata di Singapore dan kemudian membeli tiket Universal Studios Singapore esok harinya. dan dari sini kami menuju Esplanade dan menghabiskan hari disini.

esplanade di malam hari

Hari keempat, Universal Studios Singapore time! Yeay… hari ini kami mengkhususkan diri untuk menghabiskan hari kami di sini. Sepertinya ga usah banyak bercerita, tapi saya bagikan foto-foto yang menggambarkan suasana di sana. Oiya di sini saya mencoba wahana baru yang bernama Transformers The Ride 3D. Pertamanya saya tidak berani karena di brosurnya bilang klo ini roller coaster, tapi ternyata setelah tau, saya ketagihan dan ingin naik berulang-ulang. Pulang dari sini, kami makan di Food Republic yang berada di Vivo City saya memesan Tom Yam Seafood yang dibanderol 6 SGD tapi dengan ukuran jumbo dan bisa dimakan oleh dua orang.










 



Hari kelima, kami berencana untuk ke Art Science Museum yang berada di area Marina Bay. Di sana kami berniat untuk mengunjungi Harry Potter Exhibition. Namun, ternyata di sana juga ada pameran mengenai karya Andi Warhol. Dan saat kami mau membeli tiketnya, kami ditawari untuk membeli dua tiket masuk pameran itu dengan harga yang sama, jadilah kami mengunjungi dua pameran. sayangnya di dalam kami tidak boleh mengabadikan isi dari pameran itu, sangat disayangkan karena koleksi yang dipamerkan merupakan benda-benda yang menarik.








Setelahnya, kami makan siang di Marina Shopping Arcade, saya memesan nasi padang dengan lauk kangkung, gulai cumi, dan ayam bakar yang rasanya sangat hambar dan tidak menggugah selera. untuk nasi padang dengan rasa hambar saya harus mengeluarkan kocek 13 SGD. kalau di Jakarta saya bisa makan nasi padang Sederhana atau Garuda berkali-kali nambah hahaha. Kemudian dari sini kami naik perahu (salah satu wisata air yang ditawarkan Singapore dengan harga 12 SGD)selama 20 menit untuk menuju Clarke Quay yang niatnya mau mencoba restoran dengan tema unik, yaitu The Clinic, restoran bertemakan rumah sakit, seperti minum dari tempat infus, kemudian kita duduk di tempat tidur rumah sakit, pelayannya pun memakai pakaian suster, tapi ternyata setelah sampai restoran itu sudah tutup karena menuai banyak protes. 

Dari Clarke Quay akhirnya kami menuju Orchard Road (lagi) tapi di waktu malam. Kami kembali ke Pique Nique untuk menikmati red velvetnya yang sangat menggiurkan itu dan mencoba mac and cheese yang memiliki tekstur keju yang ergh tak bisa digambarkan dengan kata-kata. 

mac and cheese at Pique Nique @ 9SGD

kemudian kami kembali ke Cotton On untuk berbelanja lagi dan ternyata hari itu bertepatan dengan ulang tahun Cotton On, dan di sana disediakan booth untuk foto dengan bermacam-macam aksesoris, dan kami berkesempatan untuk berfoto riaaaa hahaha.


Hari keenam kami menuju Sentosa Island, pulau yang dijadikan tempat wisata dan tempat hiburan, untuk biaya masuknya kami dikenai biaya 3.5 SGD. Di sini kami bertujuan untuk foto bersama merlion yang merupakan simbol dari Singapore, karena berdasarkan info yang didapat dari Singapore Visitor Centre, merlion yang asli sedang dipugar sehingga tidak bisa dikunjungi. Di Sentosa, kami menuju patung singa yang berukuran besar kemudian ke Pantai Siloso, yang menurut saya masih lebih bagus pantai di Indonesia. Kemudian dari sini kami menuju Vivo City untuk berbelanja oleh-oleh untuk keluarga, kerabat, dan handai taulan di Jakarta. 


 


Siloso Beach at Sentosa Island
Vivo City


 Malamnya kami mencoba kuliner di Geylang, yaitu nasi hainan dan babi panggang yang dijual dengan harga 3 SGD dan kami mencoba bir Singapore yang bernama Singha Beer dengan harga 5 SGD per botolnya.


Hari ketujuh kami menuju Queensway Shopping Centre yang merupakan pusat dari peralatan olahraga dengan harga yang miring. Lalu kami menyeberang sedikit menuju IKEA yang menjual perabotan rumah tangga. Di sini saya mendapat 3 tempat makan dengan harga 2.5 SGD, harga yang miring untuk barang sekelas Tupperware. Kemudian di restoran yang terdapat di IKEA saya membeli hotdog dengan harga 1 SGD dan spicy chicken wing yang harganya hanya 2,6 SGD tapi mendapat ayam berukuran besar berisi dua buah. Heaven!
Dari sini kami iseng untuk mengunjungi merlion asli yang katanya dipugar. Ternyata setelah sampai di sana, Merlionnya masih dipugar tapi papan-papan yang menyelubungi patung singa ini dibuka sehingga kami bisa mengabadikan simbol dari Singapore ini.

Dari Merlion kami menuju Lau Pa Sat yaitu yang merupakan salah satu tempat wisata kuliner kebanggaan Singapore yang menjajakan banyak makanan, tapi yang paling ditonjolkan adalah satenya, dari sate ayam, kambing, sapi, hingga udang, tapi sayangnya saat kami berkunjung para penjual sate itu belum buka karena kami berkunjung pada siang hari sedangkan penjual sate baru ada pada sore menjelang malam hari. Dari Lau Pa Sat kami berkunjung kembali ke Bugis untuk berbelanja lagiiii, berbelanja untuk diri sendiri dan juga untuk oleh-oleh orang tersayang, prettt.

Hari kedelapan waktunya tiga kurcaci penggembira pulang, huhu sedih.. setelah menghabiskan waktu bersama dan berpetualang bersama akhirnya tiga kurcaci pulang ke Jakarta. Mereka pulang ke Jakarta pada sore hari, dan malamnya saya pergi ke Lau Pa Sat untuk merasakan sate yang terkenal itu, di sana saya memesan sate ayam, kambing, sapi, dan udang. Harganya untuk sate ayam, kambing, dan sapi 0.6 SGD per tusuk, sedangkan untuk udang dipatok harga 3 SGD per tusuk. Dan ternyata oh ternyata tukang satenya berasal dari Pluit ck. Kemudian saya juga memesan udang bakar berukuran besar dengan harga 4 SGD per ekor yang dibumbui bumbu semacam bumbu manis gurih yang rasanya tidak bisa digambarkan dengan kata-kataaaa. Men!

Hari kesembilan, H-1 sebelum pulang kembali ke Jakarta huhuhu. Hari ini saya habiskan untuk kembali menelusuri Orchard Road, Bugis, IKEA untuk terakhir kalinya untuk mengingat kembali apa yang belum dibeli dan yang kelupaan dibeli haha.

Dannnnn tibalah hari kesepuluh, waktunya saya pulang dan kembali ke haribaan Jakarta. Saya tidak bepergian karena pesawat yang akan kami tumpangi akan berangkat pada siang hari. dan akhirnya welcome Jakartaaaaaa

Hal-hal yang menjadi catatan dalam perjalanan saya kali ini adalah:
1.       Berhubung saya kemana-mana menggunakan transportasi umum, sangat disarankan untuk menggunakan EZ Link Card untuk memudahkan pembayaran pada MRT dan bus karena tinggal men-tap kartu yang kita miliki untuk membayar tanpa harus bingung soal recehan karena bus tidak menyediakan kembalian bila kita membayar dengan pecahan yang besar. Selain itu dengan menggunakan EZ link card kita bisa mendapat tariff yang lebih murah dibandingkan tariff biasanya. sistem EZ Link Card ini sama seperti kartu Flazz BCA, Tap Izy Telkomsel, ataupun E-toll Card yang bilamana saldo yang ada di kartu habis, kita bisa mengisinya kembali.
2.       Hari-hari pertama di tempat wisata jangan terlalu gegabah dalam berbelanja daripada menyesal di penghujung hari hahaha
3.       Sebenarnya waktu yang tepat untuk menelusuri Singapore adalah antara 5-6 hari
4.       MRT dan bus di Singapore adalah moda transportasi yang sangat membantu dan berguna bagi turis. Pada awalnya saya menemukan kesulitan untuk menemukan rute dan menemukan nomor bus yang sesuai dengan tujuan saya, tapi setelah observasi secara langsung, yaitu membaca peta, bertanya kepada tiap orang yang ada, dan mencoba menghapal lokasi-lokasi yang dituju, MRT dan bus adalah pilihan yang tepat, selain murah (dibandingkan taksi yang berargo kisaran 8 hingga 15 SGD, sedangkan MRT dan bus berharga 1,20-1,90 SGD).

Monday, September 5, 2011

revisi 88 fakta sheridan

mau revisi isi blog yang 88 fakta tentang sheridan. karena sudah tidak genap menjadi 88 lagi faktanya. sebenarnya nulis revisian ini juga karena dorongan dan desakan dari individu yang ingin sekali terlihat berjasa karena sudah membuat saya tidak lagi memiliki 88 buah fakta. ya sudahlah tak apa hahaha.. postingan ini dipersambahkan untukmu. berikut revisinya:

1.
tidak makan hewan yang berkaki empat, seperti sapi, kambing, kebo, anjing, kucing, babi, dan lainnya.
revisi: sudah tidak lagi karena secara kebetulan saya sudah memakan daging babi di sebuah bistro yang menyediakan pasta dengan bacon, saya pikir itu daging asap, tapi ternyata.....
saya juga pernah makan somay babi. saya pikir somay isinya udang atau ayam, tapi ternyata....

4. paling anti nonton film horor.
revisi: sekarang saya nonton hampir semua jenis film. tidak lagi menolak jika menonton film horor. takut sih awalnya, tapi yasudahlah mari ditonton saja, yang pada akhirnya saya jadi menganggap film horor itu biasa *songong.

6. suka mual kalo disetirin orang, berasa deg-degan juga kalo jadi penumpang.
revisi: ini kadang terjadi kadang juga tidak. karena sekarang saya lebih sering disetirin, baik pada pagi hari saat menuju kantor. pada saat naik mobil liputan, dan pada saat-saat tertentu dimana ada yang ingin menyetir atau sekadar melancarkan kemahiran menyetir :)

7. tidak suka kata-kata kasar, paling anti mengucap maupun mendengar kata-kata itu.
revisi: kalo ngomong goblok dan tolol itu kasar ga sih sebenernya? nggak lah yaaaa.

8. kalo tidur seperti bayi. bisa sampe 10 jam, apalagi kalo lagi liburan bisa lebih dari 10 jam malahan.
revisi: oh men ini sudah tidak mungkin terjadi lagi. dengan sisa waktu yang minim, paling sekarang cuma bisa tidur 5-6 jam per hari.

11. lebih baik mencintai daripada dicintai.
revisi: ternyata lebih baik lagi bila kita bisa merasakan mencintai dan dicintai :)

12.
belum memutuskan untuk berpacaran karena masih asik dengan dunia saya sendiri, baik dengan teman maupun keluarga.
revisi: ehm sudah tidak valid lagi sepertinya, uhuyyy.

22.
ngga bisa nyanyi. kalo nyanyi palingan di mobil pas lagi sendirian.
revisi: sekarang sudah berani nyanyi di hadapan orang tertentu.

44. ga pusing sama urusan orang, kalo ga mau ngasitau gapapa, tp kalo dikasih tau pun alhamdulillah.
revisi: yaaa untuk urusan oang terpilih saya keponya luar biasa tingkat tinggi, saya mau tau dari hal yang paling ga penting sampai hal yang paling penting. hehehehhe.

49. ga bisa hidup tanpa bb.
revisi: ga bisa hidup tanpa bb dan tanpa kamu.

51. jarang ketemu ayah. ketemu cuma pas malam hari doang, paling dua jam-tiga jam saja.
revisi: sekarang jadi sering ketemu, pagi pas berangkat, sore pas pulang, dan berbagai kegiatan lainnya -_-

67. ga terlalu suka difoto, lebih baik memfoto.
revisi: sekarang jadi pengen foto tiap saat, terutama dengan orang yang paling penting.


karena yang direvisi 12 biji, berarti fakta tentang saya jadi 76 dong yaaaa. angkanya ga cantik ngok.
revisi di kemudian hari kemungkinan besar terjadi.

magang: mampua gadang

updatean terkini. setelah sekian lama ditinggalkan.
ditulis di saat sudah menjalani magang selama sebulan. mulai magang 8 agustus 2011 di rcti bagian news. jadi tiap pagi ke daerah kebon sirih demi tuntutan kuliah, menggapai ilmu, dan menggenggam cita-cita. jam kerja dari jam 7 sampe setengah 6 (sebenernya sampe seselesainya bikin laporan).

kalau dalam situasi normal, perjalanan ciledug-kebon sirih memakan waktu satu jam (kalo berangkat jam setengah 6, kalo jam 6 apalagi jam 7 bisa-bisa lama perjalanan sama kayak perjalanan jakarta-puncak) dan pulangnya memakan waktu dua jam azzz ya kalo hoki satu setengah jam. tapi pas bulan puasa apalagi pas udah deket lebaran, waktu perjalanan bisa dipersingkat. cuma setengah jam. mau berangkat jam berapapun dan pulang jam berapapun karena udah banyak yang mudik, coba lebaran mulu tiap bulan hahhaha.

praktik kerja lapangan di rcti dibagi dua divisi, jadi dua minggu pertama di bagian berita daerah, terus dua minggu selanjutnya di bagian liputan. begitu terus selang-seling dua minggu.
selama di kantor paling cuma bantu-bantu nyisihin berita daerah dan dimasukin buat dibikin naskahnya. selama liputan udah pernah ke stasiun senen dan bandara soetta (mantau mudik), ke kemenhukam (doorstop patrialis akbar ttg neneng), ke KPK (nungguin yg kasus suap kemenakertrans), ke tanjung priok (wawancara ketua MUI ttg hari lebaran), ke pondok cabe (naik heli buat liput arus mudik, tapi sayangnya ga bs naik gara-gara ga muat -_-), dan mungkin akan menyusul tempat-tempat menarik lainnya.


sekian cerita PKL saya. mungkin sebulan lagi akan saya update mengenai keseluruhan bekerja di rcti. semoga menyenangkan. semangat!

Wednesday, April 27, 2011

you

you, life
you, best
you, world
you, breath
you, sunshine
you, everything.

jtm. ivj. ild. ask. :)

Tuesday, April 26, 2011

feel

protektif.
kebebasan.

belenggu.

cemburu.

sayang.

kesal.

sebal.

rindu.

maaf.

sesal.

bodoh.

kecewa.

konyol.

gegabah.

lancang.

posesif.

kehilangan.

pengertian.

pengampunan.

dan tak bisa jauh.

Friday, November 5, 2010

too much love

too much love too much pain
too much love will kill you
too much love ......?


terima kasih

lagi-lagi hanya bisa mengucap kata ampuh dan mujarab itu.
lagi-lagi tidak bisa berkata kata yang lain selain itu.
lagi-lagi hanya terpaku oleh perkataan klise itu.


ya, aku hanya bisa menggunakan kata itu sebagai ungkapan, ucapan, dan balasan dari semua yang telah kamu berikan.

mungkin, kamu geregetan.
mungkin, kamu memupuk kekesalan.
mungkin, kamu memendam kegundahan.
mungkin, kamu mengurut dada semalaman.
dan mungkin-mungkin lainnya yang tidak bisa aku pecahkan.


terima kasih telah manja,
terima kasih telah sedia,
terima kasih telah setia,

terima kasih telah menginspirasi,
terima kasih telah menyayangi,
terima kasih telah mengasihi,
terima kasih telah memberi,

terima kasih telah mengingatkan,
terima kasih telah menyadarkan,
terima kasih telah perhatian.


aku memang tidak bisa mengeja cinta.
aku memang tidak bisa berceloteh mesra.
aku memang tidak bisa mengucap kata romansa.
aku memang tidak bisa merangkai kata berbunga.
namun satu yang aku tahu, aku memiliki rasa.

terima kasih, dear.





dengan segala kerendahan hati dan kesunyian diri, aku mengucap terima kasih

beda, sama. lalu apa?

salahkah dia?
salahkah saya?
salahkah kamu?
salahkah kami?
salahkah kita?



yang hanya men-judge sesuatu dari luarnya saja.
yang hanya melihat sesuatu dari permukaan saja.
yang hanya menerka sesuatu dari kemasannya saja.
yang hanya menilai sesuatu dari penglihatan sekilas saja.

yang lagi-lagi menyimpulkan dari perspektif dan paradigma masing-masing saja, tanpa mencoba merasakan menjadi pribadi yang berbeda dari biasa.



tidak bolehkah ada yang beda?

tidak bolehkah ada yang lain?
tidak bolehkah ada anomali?



biarkan perbedaan itu ada,

biarkan hal yang lain itu ada,
dan biarkan sesuatu anomali itu ada.



tidakkah ingin mencoba berbagi dengan saya?
daripada berkasak-kusuk di belakang (maupun depan) saya?
tidakkah ingin mencoba mengklarifikasi kepada saya?

daripada membuat persepsi yang merugikan saya?

tidakkah ingin berdialog dan berkomunikasi dengan hati yang kosong dengan saya?

daripada terlanjur menilai dengan hati yang terisi penuh oleh prasangka kepada saya?



lalu buat apa semua puja puji kepada empunya kehidupan jika hati tidak dipenuhi dengan hidup yang benar-benar hidup?
lalu buat apa semua doa dan syukur kepada si maha kuasa jika mulut tidak bisa dikuasai?
lalu buat apa semua sembah dan tabik kepada sang raja segala raja jika pikiran malah dirajai oleh persepsi-persepsi negatif?
lalu buat apa semua itu, semua yang kita lakukan, semua yang kita perjuangkan, semua yang kita pertahankan, jika semua itu hanya akan jadi seonggok sampah belaka.



terima kasih telah memberi perhatian.

terima kasih telah memberi wejangan.
terima kasih telah memberi omongan.
terima kasih telah memberi an, an, an lainnya.








-ditulis setelah selesai menempuh ujian tengah semester pada semester lima yang semakin hari semakin membuat jenuh karena kemonotonannya-

Saturday, September 25, 2010

dear, G and S.

20 september 2010 dan 21 september 2010.
tanggal keramat.
dua sahabat saya berulang tahun.
yang satu menembus angka 21 tahun, yang satu lagi 22.
udah pada tua yaaaa. hohoho. saya aja belum sampe kepala dua :p


oke, tinggalkan urusan angka, apalah arti angka-angka?


ehm, walau berdekatan ulang tahunnya dan berzodiak sama, dua orang ini jelas berbeda. yang satu galak, yang satu ceria. yang satu dewasa (cenderung tua), yang satu terkadang seperti anak-anak. yang satu orang Sunda, yang satu orang Manado. yang satu ringan tangan dalam nabok dan nampar, yang satu ringan tangan dalam nyoret-nyoret tangan. yang satu rumahnya di Kota, yang satu di Tebet. yang satu ahli di kata-kata, yang satu ahli di kamera.



dari sekian perbedaan tadi, mereka juga memiliki kesamaan: sama-sama perempuan (nggak penting), sama-sama anak ilmu komunikasi jurusan jurnalistik, sama-sama idealis, sama-sama pintar, sama-sama rambut panjang (ini apalagi lebih nggak penting), sama-sama pernah magang di media online, dan yang paling penting adalah mereka sama-sama menjadi orang yang saya sayangi dan berarti untuk saya. mereka berdua memiliki peran dan juga memberi pengaruh positif terhadap kehidupan saya. terima kasih, g. terima kasih, shir.




happy birthday
gloria samantha,

happy birthday shirley tamara.




hanya ini yang bisa saya ucapkan dan berikan di ulang tahun kalian, tapi mudah-mudahan beberapa kalimat yang dituliskan bisa menancap di hati (halah).


semoga di usia yang baru, kalian dapat semakin dewasa dan berguna bagi semua.

happy birthday. love you and god bless you :)

Sunday, August 15, 2010

iseng nggak ada kerjaan

kerjaan selama seminggu (bahkan dua minggu terakhir): ngebuka-bukain website semua penerbangan demi mencari tiket untuk ke singapore.
sebenernya ada sih banyak, bejibun malah. tapi ya namanya mahasiswa yaa gimana ya hehehe.

tiap hari ngecekin harga dari tiap penerbangan. harganya pada labil banget, kadang murah eh besoknya mahal, dan bisa juga besoknya turun lagi.
H-3 beli tiket, akhirnya mulai mengerucutkan pilihan. jatuhlah pilihan kepada air asia, jetstar, valuair, tigerairways, batavia air, dan lion air. tapi berhubung uty yang parno dengan penerbangan indonesia, jadilah makin mengerucut lagi pilihannya. tinggal tiga penerbangan (pasti pada deg-degan siapa yang lolos ke babak selanjutnya) dan akhirnya kami (tepatnya saya) menjatuhkan pilihan dan makin intens mengecek air asia, jetstar, dan tiger airways, saban hari tiap waktu.

sampai akhirnya, sabtu kemarin, saya, uty, dan pea pergi ke panglima polim untuk membeli tiket.
pilihan pertama kami jatuhkan ke airasia.
tiket pergi terbeli.
tiket pulang masih mau nyari yang lain, nggak mau air asia karena agak ga cocok. songong.
pergi ke travel sebelah air asia.
nanya tiket jetstar sama tiger airways.
eh kata mbaknya: lagi nggak bisa, karena ini hari libur, bisa diceknya hari kerja aja. soalnya kan mereka penerbangan luar, klo indonesia sih bisa. mungkin senin (walah, takut ga kedapetan tiket)
jadilah balik lagi ke air asia.
dengan agak malu: mbak, jadi deh yang tiket pulangnya.
eh nggak taunya tiketnya malah jadi lebih mahal.
kata mbak air asia: iya soalnya itungannya pake singapore dollar jadinya kalo dikurs ke rupiah jadi lebih mahal.
saya, uty, pea: zzzzzzzzzz.
pinter emang ye si mbak, ga bilang dari awal pas beli tiket tadi.

akhirnya saya bilang (sambil bisik-bisik ke uty dan pea): yaudah deh mau nggak mau kita beli penerbangan indonesia, daripada bolak balik ke sini lagi dan tau-tau ga kedapetan?
balik lagi ke travel sebelah.
dilayanin sama mas-mas bukan mba-mba yang tadi.
"mas, mau tiket dari singapore ke jakarta dong, empat orang, tanggal 21 agustus, penerbangan apa aja deh"
singkat cerita dicariin lah penerbangan tanggal 21 dengan harga dan waktu penerbangan yang cocok.
mau tau penerbangan apa? lion air hahahaha.
uty udah parno aja. sambil nanya-nanya ke mas-nya: mas, lion nggak apa-apa kan?
mas: mudah-mudahan
(-___-)
uty: mas pernah naik lion nggak?
mas: nggak sih, nggak pernah. saya selalu naik garuda.
zzzz ngocol si mas.
walau dia begitu tapi dia adalah mas yang sangat baik. dia ngasih gorengan sama teh manis panas buat buka puasa walau pada saat itu yang puasa cuma pea doang.

ya mudah-mudahan emang nggak apa-apa selama perjalanan jakarta-singapore-jakarta dan selama di singaporenya.

18 agustus 2010 dari soekarno-hatta dan tanggal 21 agustus 2010 dari changi. 23 agustus 2010 masuk kuliah. hehey akhirnya merasakan liburan juga walau udah di penghujung liburan.



ps: naik lionnya masih belum pasti kok, nunggu senin nanti dikabarin sama mas-nya. mau dicariin penerbangan lain (baca: penerbangan luar negeri) karena ya lebih baik mencegah kan daripada mengobati? hoho.

singapore, tunggu kami!

Tuesday, July 27, 2010

tolong baim ya allah

postingan saya paling pagi. wedeeeeee (tepuk tangan untuk diri sendiri).
ga bisa tidur lagi dari jam 4 pagi gara-gara kelaperan, jadilah jam 5 saya melek lalu bikin telor ceplok dan teh manis hangat dan hebatnya (atau kasiannya?) sampai sekarang saya masih bangun gara-gara maag udah kambuh, jadi daripada tidur tidak nyenyak, mendingan kita ngelakuin sesuatu yang bikin enak.

berbagi peristiwa yang saya alami kemarin deh. eng ing eeeenggg!


Senin, 26 Juli 2010.

saya bangun pukul 09.00 WIC, kenapa? karena saya ingin ke kampus bersama empat teman lain untuk mengurus nilai tugas foto jurnalistik yang agak bermasalah.
karena sudah telat akhirnya saya tidak sarapan, janjian jam 9 masa baru bangun jam 9 juga? akhirnya setelah mandi, saya langsung berangkat jam setengah 10, dan pas baru jalan saya ingat kalau mesti mampir ke indomaret di kompleks dulu untuk mengambil uang tunai dan mencari cemilan untuk mengganjal perut.

*sat sat sat* (ceritanya udah ke atm dan milih jajanan, kira-kira 10 menit)

di kasir ngantre di belakang bapak-bapak, keliatan baik-baik gitu bapaknya, bukan tipe om-om centil. ya kayak terlihat bijak gitu lah dan alim. dia beli aqua gelas sampe seharga Rp15.000,00 (bayangkan beli berapa banyak diaaaa? kenapa ga sekalian beli yang di kardus aja ya, kan kasian mbak-mbaknya mesti scan berapa puluh biji aqua gelas). setelah ngantre agak lama dan udah total tinggal bayar, eh dia lupa kalo harus beli sesuatu lagi. jadilah saya dan antrean yang makin panjang menunggu lagi si bapak untuk mengambil belanjaan yang harus dibelinya.

terus kayaknya dia berasa gitu (baik kan? kalo bapak-bapak jahat pasti malah petantang petenteng di depan kasir dan nggak peduli sama orang di belakangnya), akhirnya,

bapak: maaf ya de, lama.
saya: *senyum*
bapak: saya punya anak empat, laki-laki semua, tapi nggak ada yang punya pasangan, padahal ganteng-ganteng lho.
saya: *tetep senyum* (tapi mikir, kenapa ini? apa hubungan antrean panjang dengan anak bapak?).
bapak: umurnya tuh ya, ada yang 30 tahun, 28, 26, sama yang satu lagi masih semester enam. yang bungsu masih saya kelonin tuh.
saya: *tetep senyum tapi ga selebar senyuman pertama* (laaah, saya juga masih pake minyak kelon kok pak, ehm itu minyak telon *jayus *skip).
bapak: mau jadi menantu saya?
saya: *senyum lagi (maksudnya speechless nggak tahu mau nanggepin apa)* (pak saya masih mau mengenyam pendidikan setinggi-tingginya dan bergaul seluas-luasnya, pak, jangan dikawin duluuu. ampun. apalagi mertuanya kayak bapak, ga diajak ngobrol aja udah panjang lebar, gimana kalo diajak ngobrol? bakalan panjang lebar tinggi samadengan volume mungkin *makin jayus).
bapak: tapi ada syaratnya.
saya: (heee? saya belum jawab udah dikasih syarat).
bapak: tiga bulan nikah udah langsung hamil. saya pengen punya cucu.
saya: -______- *pingsan* *ngobrak ngabrik indomaret sampe jadi indomie* (nggak deng, ga ekstrim begitu. saya cuma (lagi-lagi dan bodohnya) senyum sambil berdoa: ya tuhan, sadarkan bapak ini untuk membayar apa yang dia beli dan segera gerakkan hatinya untuk segera meninggalkan indomaret, kalo perlu indonesia secepatnya).

yak, sampai situ saja, karena saya sudah lupa lanjutannya saking kaget.


jadi, hikmah yang bisa diambil:
satu: jangan suka telat, kalo telat jadinya bakalan ketemu hal-hal yang tidak dinginkan. coba kalo saya bangunnya pagi, pasti nggak ketemu sama bapak-bapak tadi kan.
dua: kalo ada manusia semacam bapak-bapak tadi, lebih baik Anda menyingkir daripada nantinya Anda malu dan garing sendiri.
tiga: sarapan adalah suatu kewajiban bagi tiap manusia. coba kalo tadi saya sarapan, saya nggak bakal ke indomaret untuk nyari cemilan dan nggak bakal ketemu bapak-bapak tadi.
empat: bagi para bujangan di luar sana, jangan sampai bikin orangtuamu stress gara-gara kalian yang tidak mendapatkan pasangan dong. kan jadinya orang lain yang korban. graoo. pilihlah pasanganmu sendiri, masukan dan restu orangtua memang perlu, tapi jangan sampai orangtua yang memilihkan jodohmu. kan yang mau menjalani kehidupan itu ya kamu sendiri, orangtua hanya tut wuri handayani saja.
lima: (agak nggak nyambung) kalau punya penyakit maag, jangan coba-coba untuk menahan lapar apalagi sampai berjam-jam lamanya.


oke, sekian. di luar sudah terang dan perut saya sudah bisa diajak kompromi, jadi saya mau melanjutkan tidur lagi.
salam.

Sunday, July 18, 2010

mooncak (kejumoo + puncak)

ada yang beda dalam penulisan blog yang ini. kali ini saya nggak nulis di rumah, yang seperti biasanya, tapi di puncak tepatnya di Vila Indofood, Cibodas (walaupun penyelesaiannya dilakukan di rumah).

ini beneran lagi nulis inti-intinya yang mau ditulis di blog di dalem mobil dengan pemandangan gunung nggak-tau-apa-namanya di sebelah kiri, lalu di sebelah kanan ada hamparan rumput yang luas (halah), dan di belakang ada jejeran vila yang disewa dalam acara yang saya datangi hari ini.

baik, saya ceritakan dulu inti permasalahannya. saya ke sini dalam rangka nemenin mama yang menjadi panitia reuni sebuah SMA (padahal dia sendiri bukan alumni SMA tersebut, tapi karena teman-teman sepermainannya banyak yang alumni SMA ini maka mau tak mau dia pun jadi ikut ngurusin alias kerajinan).

sebenarnya, saya diajak berangkat ke Puncak pas Sabtu pagi biar bisa berangkat bareng Mama dan Sally, tapi karena saya pengen banget ke Festival Serbu! Serba Kejumoo di Plaza Selatan Gelora Bung Karno (GBK), jadilah saya nyusul ke Puncaknya bareng Pepi di malam hari.

nah, yang saya mau ceritakan sekarang adalah pengalaman saya selama di Kejumoo dan selama perjalanan ke Puncak. jengjengshot jengjengshot.

pertama, saya bangun di hari Sabtu yang agak mendung itu jam 11 pagi (menurut saya pagi karena saya mesti pakai alarm untuk bangun), dan setelah agak berleyeh-leyeh lalu akhirnya mandi dan juga sarapan, saya berangkat jam dua siang menuju Senayan. sampe di Kejumoo jam tiga, tapi nyari parkirnya setengah jam sendiri. alhasil pukul setengah empat lah waktu yang benar-benar fix untuk saya bersiap menikmati jajanan yang serba keju di GBK. namun, ada lagi hal yang bikin saya nggak bisa langsung menyerbu segala jajanan itu, yaitu Olivia Rosary alias Polip yang ternyata masih di jalan. jadilah saya berkeliling dulu melihat-lihat keadaan dan jajanan apa saja yang bisa saya makan sambil menunggu si Polip datang. akhirnya polip sampai juga di Kejumoo jam empat-setengah limaan (saya juga agak lupa) bersama rombongannya, ada kakaknya, Astrid, dan teman kakaknya dan dua teman SD-nya (saya lupa namanya, maaf saya paling lemah kalo disuruh inget nama orang yang baru kenal hehe) yang ternyata kenal juga sama Fiant dan Ardo. Intinya: dunia itu muter-muter!

yak setelah bergabung, akhirnya saya dan Polip mulai berburu. pertama saya nemenin dia beli steak banteng di Java Steak (lihatlah saudara-saudara, baginya steak adalah suatu jenis jajanan atau snack, ckck) dan ternyata eh ternyata yang jualan itu adalah anak UMN angkatan 2009 jurusan Desain Komunikasi Visual yang juga anak basket bernama Tika (lengkapnya siapa ya?), dan anehnya Polip dan Tika tidak saling mengenal, padahal menurut saya dua-duanya adalah manusia tenar di UMN (hahaha abis ini dibayar karena udah mempromosikan).

sambil nunggu steak yang lagi dimasak, gantian Polip yang nemenin saya beli bakso keju, dan ternyata dari lima bola daging itu yang isinya keju cuma satu. krik banget. setelah selesai makan bakso, barulah saya nemenin si Polip makan steak sambil nunggu Tobias Nanto datang (waaah ada tobayes). dan singkat kata si Tobi dateng dan kami bertiga mencari makanan lagi untuk dilahap. kalo bisa dibilang keadaan kami ini: dua orang datar dan satu orang yang terlalu banyak ekspresi dan omongan. yah jadinya pas juga sih, normal.

dari pukul 15.30 sampai akhirnya pulang pukul 20.00, kami sudah mencicipi steak (walau nggak ada kejunya sama sekali), bakso keju, pancake keju, cheese fountain, dorayaki keju dan coklat, bakso bakar ubanan (ubanan maksudnya adalah baksonya ditaburi parutan keju), pastel keju, dan kebab (yang lagi-lagi nggak pake keju, aneh nih si polip belanja jajanan tapi yang nggak ada kejunya semua zzz).




dan di kesempatan ini saya ingin menjabarkan mengapa kami cuma bertiga. ini karena teman-teman yang saya ajak kebetulan pada ada acara semua di tanggal 17 Juli 2010, tanggalan bagus kali ya menurut primbon. ada April, Gita, Sekar, Retti, Safa, dan Fiant yang pergi ke Anyer bersama rekan-rekan Antara; lalu Om yang pergi ke Lembang bersama keluarganya; Gloria yang tiap hari Sabtu memang tidak bisa diganggu gugat karena pasti menjadi Ager (anak gereja); lalu Mindy yang ada kondangan bersama Bayu; Cumi yang merayakan 26 bulan bersama Koko Okie; dan Shirley yang tadinya mau dateng tapi ternyata nggak jadi gara-gara lebih mementingkan bermain dan bersenda gurau bersama tante/om bule di rumahnya hahaha.

singkatnya, setelah dari Kejumoo barulah saya menyusul Pepi di Bintaro tepat pukul 00.00. lalu tak lama kami bertiga (saya, Pepi, dan Bang Go – Bang Go adalah pacarnya Pepi, nama aslinya Igo, karena dia lebih tua maka saya menyelipkan kata “bang’ sehingga jadilah Bang Go, tapi kenapa panggilannya seperti merk kecap ya?) berangkat ke Puncak. kami naik Xenia, si Ave dititip di DMC, tempat Pepi mengajar piano dan vokal. Bang Go yang nyetir. jalanan lengang dan lancar. saya bersyukur Bang Go ikut karena saya jadi bebas tugas nyetir dan bisa tidur, yiheee. namun, di tengah perjalanan, saya, Pepi, dan Bang Go pusing barengan. dan jadilah pada pukul 02.30 kami berhenti dulu di Cisarua untuk makan bubur guna mengobati pusing yang kami derita. setelah makan, saya malah tambah pusing dan mual, kedua pasangan besar itu pun juga merasakan hal yang sama, akhirnya kami menepi dulu di Pom Bensin untuk sekadar beristirahat sejenak. tak dinyana, dari pukul 03.30-05.30 kami malah ketiduran di situ (sangat random). dan percaya tidak percaya, si Pepi yang emang bisa melihat hal-yang-orang-lain-pada-umumnya-tidak-bisa-lihat bilang bahwa memang ada yang nggak beres dalam perjalanan kami. ada yang nggak pengen kami pergi ke Puncak, nggak tau kenapa. jadilah kami di dalam satu mobil itu diberikan pusing dan rasa nggak enak badan yang bertujuan agar kami tidak jadi pergi. dan tidak cuma itu saja, saat mau tidur, saya disuruh tidur di jok paling belakang (baris ketiga) karena jika saya tidur di jok tengah (baris kedua) maka saya tidak akan bisa tidur karena akan diganggu terus. daripada saya tahu apa yang mengganggu saya, buru-buru lah saya loncat ke jok belakang tanpa basa-basi dan tanpa menanyakan apapun. haaaa. lalu Pepi juga menambahkan, saat kami bertiga tidur ada makhluk-makhluk yang mengganggu kami sampe menggoyang-goyangkan mobil dari kiri, kanan, depan, dan belakang, dan untungnya saya termasuk orang yang lelap kalo tidur sehingga tidak merasakan hal-hal aneh tadi. pokoknya apa pun dilakukan agar kami tidak sampai di tujuan. namun, kami tidak patah arang, kami tetap melaju dengan semangat yang berkobar sambil memegang bendera merah putih dan bambu runcing. merdeka!

setelah matahari agak muncul, kami melanjutkan perjalanan ke Cibodas. setelah sarapan sekadarnya dan berjemur di bawah sinar matahari, kami kemudian jalan-jalan untuk mencari sale pisang dan sale bayam yang benar-benar fresh baru digoreng saat itu juga (tahukah anda akan makanan sale?).



setelah beli sale dan berkeliling sambil foto-foto, kami kemudian menuju penginapan yang ditempati oleh Mama dan rombongan alumni SMA yaitu Villa Indofood yang letaknya dekat dengan Kebun Raya Cibodas.

dan setelah agak menghibur diri dengan pemandangan dan hawa dingin, kami berlima (kali ini ditambah Sally dan Mama) pulang ke Jakarta kira-kira pukul 12 siang, yang kali ini giliran saya yang memegang kemudi. jalanan lancar sampai akhirnya bertemu macet di Masjid Maissy yang terkenal itu (apa dah namanya? lupa). macet menyebalkan ini kami alami lumayan lama, intinya perjalanan pulang memakan waktu lima jam, tiga jam di jalan raya puncak dan dua jam di tol jagorawi + JORR. sangat jauh berbeda dari perjalanan semalam yang hanya memakan waktu 2-2,5 jam.

dan inilah saya, yang baru sampai rumah, sudah selesai mandi, selesai membongkar belanjaan, dan selesai semuanya sampai akhirnya bisa melanjutkan lagi isi blog ini sampai selesai.

hikmah yang bisa diambil?

pertama, jika ada festival makanan marilah kita datang.

kedua, jika punya keluarga/kenalan/kerabat/sahabat yang bisa melihat “hal-hal unik” baik adanya kita tidak kepo untuk bertanya hal ini-itu yang membuat kita penasaran karena akan berdampak negatif bagi diri kita sendiri, misalnya: jadi penakut, nggak bisa tidur nyenyak, dan menjadi menebak hal yang bukan-bukan.

ketiga, bepergian dengan tidak adanya perencanaan sangatlah menyenangkan dan memberi pengalaman baru bagi kita, seperti saya tadi yang tidur di pom bensin dan sarapan di Kebun Raya Cibodas.

keempat, kalo disuruh nyetir malem mendingan mau daripada ujung-ujungnya nyetir siang karena sangat positif terkena macet yang bikin kaki pegel, perut lapar, mata ngantuk, dan tangan yang nggak bisa diajak joget kalo ada musik asik.

kelima, semoga tulisan saya ini berguna bagi yang membaca walau menurut saya ini nggak ada news value-nya sama sekali -____-

yak, cabut dulu, karena sekarang saya mau nonton Angels and Demons di HBO kemudian tidur agar besok pagi tidak telat bangun dan bisa pergi ke Pejompongan untuk melakukan suatu kegiatan yang mudah-mudahan berguna.

salam dan salim.

Thursday, June 24, 2010

88 fakta sheridan



beberapa fakta tentang saya yang mudah-mudahan bisa membantu anda dalam mengenali saya.

1. tidak makan hewan yang berkaki empat, seperti sapi, kambing, kebo, anjing, kucing, babi, dan lainnya.

2. tidak suka sayuran. sayur yang saya makan hanya kangkung sama sayur bening.

3. sampe sekarang masih tidur malem sama adik. kenapa? simbiosis mutualisme lah, sally takut tidur sendirian begitu juga saya hehehe.

4. paling anti nonton film horor.

5. seneng banget nyetir. mau ke puncak, bandung, atau anyer hayuk lah dijabanin.

6. suka mual kalo disetirin orang, berasa deg-degan juga kalo jadi penumpang.

7. tidak suka kata-kata kasar, paling anti mengucap maupun mendengar kata-kata itu.

8. kalo tidur seperti bayi. bisa sampe 10 jam, apalagi kalo lagi liburan bisa lebih dari 10 jam malahan.

9. kalo udah asik sama satu hal, bakalan rela menghabiskan waktu di hal itu sampe kapan pun.

10. lebih suka anyer daripada puncak.

11. lebih baik mencintai daripada dicintai.

12. belum memutuskan untuk berpacaran karena masih asik dengan dunia saya sendiri, baik dengan teman maupun keluarga.

13. lahir dari ibu yang berdarah manado dan ayah jawa, tapi sepertinya darah jawa lebih banyak mengalir pada saya. jadi kalau ditanya orang, saya akan mantap menjawab saya orang jawa hehe.

14. dari kecil sampe SMP punya rambut pendek, bahkan cepak. nah, setelah masuk SMA baru dipanjangin.

15. bisa nyetir motor dan mobil saat pada kelas 2 SMA.

16. kalo kena gerimis pasti langsung pusing.

17. terakhir naik bus, angkot, atau angkutan umum secara terus menerus pas SMA.

18. bisa bahasa manado pasif, tapi jawa ga bisa sama sekali.

19. suka banget nyelip dan ngebut pas di jalan raya maupun jalan tol.

20. ga punya kriteria dalam menyukai musik, lagu, dan film. asalkan ada yang enak langsung suka, ga peduli beraliran apa.

21. malu kalo ketemu orang pertama kali, canggung, ga bisa mencairkan suasana. harus ada pihak ketiga dulu yang memperkenalkan saya dengan orang baru.

22. ngga bisa nyanyi. kalo nyanyi palingan di mobil pas lagi sendirian.

23. punya sahabat dari zaman SMP dan masih deket sampe sekarang walau udah mencar-mencar kuliahnya.

24. tadinya pas masuk UMN, mau masuk DKV tapi karena wejangan dan saran mama, saya jadinya masuk ilmu komunikasi, dan wejangan mama itu benar.

25. waktu kecil sempet dikira autis gara-gara ga pernah bersuara. digangguin, digodain, dibecandain, muka saya akan tetap diem aja. (mungkin bener kali ya saya autis?)

26. waktu SD pernah dipilih buat jadi anggota Paskibraka, tapi malah kabur pas latihan gara-gara malu.

27. suka dikira kalo saya itu jutek dan nyebelin.

28. kalo dengerin musik ga pernah kenceng-kenceng, kecuali kalo lagi kesel.

29. waktu TK aksel.

30. udah bisa baca dari umur 3 tahun.

31. kalo udah doyan sama satu makanan, bakalan makan makanan itu terus sampe bosen.

32. lebih baik menulis daripada bicara.

33. kalo tidur, lampu harus mati. tapi kalo sendiri lampu harus nyala.

34. suka mendem masalah sendiri, kalo udah ga bisa ditahan baru cerita ke orang.

35. suka nanggepin omongan orang dengan: hmm, iya, oh, he eh, hehe, atau kata-kata lain yang ngga bermakna. sering dikira ga suka dengan pembicaraan itu padahal saya ga tau mau nanggepin apa.

36. punya baju kebanyakan berwarna putih. kenapa? putih itu simple dan bisa masuk ke warna apa aja.

37. ga punya high heels.

38. lebih mentingin kualitas daripada kuantitas.

39. kalo lewat sports station, athlete foot, atau planet sports pasti bakalan mupeng.

40. lebih suka orang yang ngomongnya santai, mudah tapi bisa dimengerti daripada orang yang omongannya tinggi tapi bikin saya bingung.

41. kalo mandi ga pernah lama, paling lama 15 menit.

42.lebih seneng dengerin orang cerita daripada saya yang cerita.

43. lagu favorit sepanjang masa cuma: 100 years-five for fighting dan i'll be over you-toto

44. ga pusing sama urusan orang, kalo ga mau ngasitau gapapa, tp kalo dikasih tau pun alhamdulillah.

45. mengakui nama adalah doa dan harapan, contohnya nama saya. nama saya sheridan olenka mediana. mediana diambil dari kata media.

46. sampai saat ini masih bingung apa arti kata olenka pada nama saya.

47. dulu dipanggil sheri, tapi karena waktu kecil ga bisa melafalkan sheri (yang jatohnya malah jadi cheyi) akhirnya mama saya memutuskan untuk manggil saya dengan nama: Dan.

48. mengakui karma itu ada.

49. ga bisa hidup tanpa bb.

50. mama, kakak, saya, sampe adik lahir di RS Bersalin Mulia, Permata Hijau.

51. jarang ketemu ayah. ketemu cuma pas malam hari doang, paling dua jam-tiga jam saja.

52. pernah dirawat di rumah sakit gara-gara penyakit yang ga tau apaan, maksudnya ga ada penyakitnya.

53. berencana abis kuliah di UMN mau kuliah lagi di Kedokteran.

54. tapi lebih berencana ambil S2 di luar negeri daripada kuliah lagi dari awal di kedokteran.

55. ga merasa ayah saya orang hebat, padahal banyak yang bilang beliau hebat (sebelah mananya ya?)

56. punya kakak yang jauh berbeda tingkah lakunya dengan saya. dia periang, supel, gampang bergaul, dan banyak kebisaannya.

57. giliran punya adik, adiknya malah terlihat lebih dewasa daripada saya. si sally, sangat memerhatikan penampilan, SANGAT. malah saya sering ditegur sama sally kalo pake baju yang ga jelas modelnya.

58. jarang ngerayain ulang tahun, merasa ga enak aja kalo jadi yang punya acara. lebih baik dirayain secara sederhana.

59. tidak bisa berenang.

60. agak takut ketinggian dan kedalaman.

61. jijikan.

62. kuku kaki dan tangan ga pernah panjang dan dipakein kuteks.

63. ke salon cuma buat potong rambut. creambath, lulur, manicure, pedicure, massage ga pernah sama sekali.

64. lebih suka kerjain tugas di atas jam 1 malem, lebih konsen dan lebih sepi.

65. kalo laper atau ngantuk jadi galak.

66. suka ga merhatiin orang kalo lagi di jalan. makanya sering dikira sombong.

67. ga terlalu suka difoto, lebih baik memfoto.

68. dari lahir tinggal di ciledug.

69. tiap pagi mesti keramas, kalo ngga bakalan pusing.

70. suka banget main basket.

71. kalo di dufan ga suka naik wahana yang nyeremin.

72. sangat gelian.

73. jarang marah, karena sekalinya marah saya bakalan emosi dan ujung-ujungnya nangis.

74. memiliki wajah yang sangat berbeda dengan mama.

75. suka ga enakan sama orang.

76. kalo udah sayang sama orang, bakalan ngelakuin apa aja yang bisa membantu orang tersebut.

77. kalo udah dewasa dan sukses pengen beli mobil mini cooper sama mitsubishi strada triton.

78. sangat suka martabak tipis kering yang keju.

79. kalo makan soto, yang dimakan cuma bihun sama kuahnya aja.

80. suka ngerasa canggung kalo cuma berdua sama orang.

81. belum pernah naik kapal laut.

82. ga pernah ketemu kakek maupun opa.

83. jarang jerawatan.

84. belum memutuskan untuk menikah, tapi sangat ingin punya anak.

85. sebelum masuk UMN, tadinya mau masuk sekolah pariwisata trisakti.

86. mesti makan tiap 4 jam sekali, kalo ngga maag akan kambuh.

87. cuma suka pada brand-brand tertentu saja.

88. waktu sweet seventeen ga dirayain secara besar-besaran.




yak itulah saya. selamat berkenalan dan selamat mengira-ngira :)